Senin, 06 Agustus 2012

Analisa Pivot Point

Pivot Point memiliki tingkatan Support dan Resistance sampai tingkat dua (tingkatan yang  tercakup dalam buku  ini)  sehingga anda  dapat  mengambil kesimpulan jika harga turun menembus (Breakout) Support tingkat satu, maka target harga selanjutnya adalah Support tingkat dua. Begitupun jika harga naik menembus  Resistance  tingkat  satu,  target  selanjutnya  adalah  Resistance tingkat dua.

 Analisa Pivot Point secara lengkap adalah sebagai berikut :

  1. Jika harga dibuka (Open) di atas Pivot Point, maka harga cenderung untuk menguat dan bergerak mendekati Resistance. 
  2. Jika  harga  dibuka  (Open)  di  bawah  Pivot  Point,  maka  harga  cenderung untuk melemah dan bergerak mendekati Support 
  3. Penembusan  (Breakout)  Support  dan  Resistance  tingkat  satu  biasanya adalah  Short‐Term  Trend  sedankan  Breakout  Support  dan  Resistance tingkat  dua  adalah  LongTerm  Trend.  Namun  analisa  seperti  ini  harus melihat dari kekuatan Trend yang sedang berlangsung 
  4. Person  menyebutkan Pivot  Point  sebagai  Leading  Indicators  dan  bukan Lagging  Indicators  (Leading  dan  Lagging  Indicators  akan  dijelaskan  di bagian Indikator), sehingga kita dapat bertindak (act dan bukan React) terhadap pergerakan harga kedepan jika harga mendekati garis garis Pivot Point (termasuk Support dan Resistancenya)
  • Silahkan  cari  sinyal  Buy  atau  Sell  jika  harga  mendekati Support  dan Resistance  dari  Pivot  Point.  Saya  sebutkan  ‘cari’  karena  kita  perlu melihat  hal   hal  lain  untuk  keputusan Buy  atau  Sell.  Walau secara sederhana adalah Buy at Support dan Sell at Resistance, namun kenyataannya tidak semudah itu. 
  • Jika   Pivot   Point   Daily   (Short‐Term)   berdekatan   atau   berhimpitan(memiliki nilai yang hampir sama) dengan Pivot  Point Weekly (Long‐Term), maka titik tersebut kuat sebagai Support atau Resistance (Perhatika garis   –   garis   yang   berdekatan   atau   berhimpitan.) Contohnya adalah jika garis Support tingkat satu dari Pivot Point Daily berhimpitan dengan Pivot Point Weekly, maka Support tingkat satu tersebut akan kuat untuk menahan penurunan harga. Atau jika Resistance tingkat  dua  dari  Pivot  Point  Daily  berhimpitan dengan Support tingkat satu dari Pivot Point Weekly, maka Resistance tingkat dua tersebut akan cukup kuat untuk membuat harga. Begitu juga dengan garis garis lainnya dalam Pivot Point. 
  • Sehubungan dengan maksud Person bahwa Pivot Point sebagai Leading ndicators dan anda disarankan untuk act bukan re‐act dapat diartikan sebagai berikut : 1. Jika harga mendekati Support (dari Pivot Point Short Term) yang kuat (berhimpitan dengan Pivot Point Long Term atau dengan alasan lainnya seperti rebound harga yang cukup sering ketika menyentuh Support tersebut), pasang posisi Buy, karena diharapkan harga akan memantul naik (rebound) ketika Support tersentuh. 2. Jika harga mendekati Resistance (dari Pivot Point Short Term) yang kuat (berhimpitan dengan Pivot Point Long Term atau dengan alasan lainnya seperti reversal harga yang cukup sering ketika menyentuh Resistance  tersebut),  pasang  posisi  Sell,  karena  diharapkan  harga akan memantul turun (reversal) ketika Resistance tersentuh. 
  • Pivot Point menghasilkan sinyal yang cukup baik jika digabung dengan indikator  lainnya,  dimana  Person  menyarankan  dengan  Candlestick, Chart Pattern dan indikator Stochastic Oscillator. (Candlestick dan Chart Pattern dibahas di bagian yang berbeda dalam buku ini)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar