Selasa, 02 April 2013

Struktur Investasi

Pada era tahun 70 hingga akhir 90 an, mereka yang awam lebih terbiasa dengan investasi sektor riil seperti sektor properti dan perkebunan. Namun setelah masa krisis moneter menimpa negara kita, para investor mulai mencari jenis investasi dengan return yang besar dalam tempo yang singkat dan disinilah trend investasi sektor finansial mulai booming.

Investasi sektor riil (properti misalnya) umumnya membutuhkan modal yang besar dan memakan

waktu yang relatif lama untuk secepat sektor finansial.

berkembang karena besarnya modal maka likuiditasnya tidak

Ambillah  contoh  bila  kita  membeli  sebuah  rumah  untuk  investasi.  Kelebihannya  nilainya biasanya tidak pernah menurun dan selalu meningkat. Namun dilain sisi, setelah beberapa tahun, Anda hendak mencairkan investasi Anda, maka Anda harus mencari seseorang yang memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah Anda yang nilainya mungkin sudah naik puluhan hingga ratusan persen. Mencari pembeli yang seperti ini tidaklah mudah, disinilah masalah likuiditas terjadi.


Lain halnya dengan sektor finansial. Investasi pada sektor ini memiliki kecenderungan lebih

likuid dan return yang relatif lebih besar, sebanding dengan resikonya. Kelebihan lainnya adalah banyaknya produk investasi yang ditawarkan pada sektor ini.


Sabtu, 30 Maret 2013

RAHN

Akad menggadaikan barang dari satu pihak kepada pihak  yang  lain,  dengan  uang  sebagai  gantinya. Akad ini digunakan sebagai akad tambahan pada pembiayaan yang berisiko dan memerlukan jaminan tambahan.   Lembaga   keuangan   tidak   menarik manfaat apapun kecuali biaya pemeliharaan atau keamanan barang tersebut.

BAI’ ALMUTHLAQ

Jual  beli  biasa,  yaitu  pertukaran  barang  dengan uang. Uang berperan sebagai alat tukar. Bai’ al Muthlaq   dilakukan   untuk   pelaksanaan   jual   beli barang keperluan kantor (fixed assets). Jual beli seperti ini menjiwai semua produk yang didasarkan pada transaksi jual beli.

DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS)

Dewan yang bertugas memantau kepatuhan penerapan prinsip syariah pada operasional perbankan syariah. DPS terdiri dari alim ulama yang ditunjuk  Dewan  Syariah  Nasional  (DSN)  Majelis Ulama Indonesia, dan atas persetujuan Bank Indonesia.

University of Michigan Consumer Sentiment Index

Adalah hasil survey tentang kepercayaan konsumen yang diselenggarakan oleh University of Michigan.   Merupakan   indikator   kepercayaan   konsumen   Amerika   yang   paling   banyak diperhatikan.

Kepercayaan konsumen adalah indikator penting bagi siklus bisnis karena menyajikan informasi penting tentang penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini dan harapan pada masa mendatang.

Data survey diambil dengan cara mengeposkan kuesioner ke 5.000 rumah tangga di seluruh negeri sebagai sampel yang mewakili, kurang lebih 3.500 diantaranya merespon. Kuesioner tersebut berisi 5 pertanyaan yaitu (1) rating kondisi usaha di lingkungan rumah tangga tersebut, (2) rating kondisi usaha dalam enam bulan, (3) ketersediaan lapangan kerja di lingkungan rumah tangga tersebut, (4) ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan, dan (5) penghasilan keluarga dalam enam bulan.

Consumer Confidence ini berhubungan erat dengan tingkat pengangguran, inflasi, dan penghasilan riil. Umumnya, kepercayaan konsumen tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan tingkat pertumbuhan GDP tinggi.

Pasar-pasar finansial menerjemahkan naiknya angka indeks ini sebagai indikasi akan naiknya pula tingkat pengeluaran konsumen. Tingginya tingkat pengeluaran pada gilirannya nanti akan dapat memicu naiknya tingkat inflasi.

Leading Indicators

Adalah  gabungan  dari  beberapa  indikator  ekonomi  lainnya.  Indeks  ini  disusun  untuk mendapatkan sinyal tentang tren perekonomian yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.

Consumer Confidence

Data ini mengukur tingkat optimisme konsumen terhadap performa perekonomian. Pada umumnya, Consumer Confidence akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan GDP tinggi. Data (perubahan) per bulan ini dianggap tidak berdampak signifikan pada tren secara keseluruhan.